HomeNews

Menko AHY Dorong Digitalisasi Bandara Ngurah Rai untuk Dukung Pariwisata Indonesia

Cepat & Tegas! Polsek Pelabuhan Benoa Tangkap Pencuri HP Mess ABK Kurang dari 24 Jam
Peringatan 63 Tahun Deklarasi Kemerdekaan West Papua di Denpasar: AMP KK Bali Gelar Aksi Unjuk Rasa
PWF, Gerakan Tandingan WWF ke-10 Ditentang Masyarakat Bali

Denpasar – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menargetkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani hingga 35 juta penumpang per tahun. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas dan pelayanan yang ada tanpa harus memperluas terminal secara besar-besaran. Dalam rapat koordinasi terkait optimalisasi layanan kebandarudaraan, AHY juga menekankan pentingnya peran Bandara Ngurah Rai sebagai hub penerbangan yang menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, selain Bali.

Menurut AHY, saat ini Bandara Ngurah Rai telah melayani sekitar 23-25 juta penumpang setiap tahunnya. Dengan digitalisasi dan efisiensi operasional, kapasitas tersebut diyakini dapat meningkat signifikan. “Kami ingin memastikan Bandara Ngurah Rai tidak hanya berfungsi sebagai gerbang ke Bali, tetapi juga ke destinasi pariwisata prioritas lainnya,” ujar AHY, Jumat (24/1/2025).

AHY juga menyoroti penerapan teknologi canggih seperti Airport Operator Control Center (AOCC), yang akan diterapkan di Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta untuk meningkatkan efisiensi operasional. Keberhasilan digitalisasi ini dinilai mampu mendorong Indonesia untuk bersaing di tingkat global, sebagaimana tercermin dari laporan Skytrax 2024 yang menempatkan Bandara Soekarno-Hatta di peringkat ke-28 (naik 15 peringkat) dan Bandara Ngurah Rai di posisi ke-74 (naik 6 peringkat).

Sementara itu, kajian Indonesia National Air Carriers Association (INACA) 2023 menunjukkan potensi besar sektor penerbangan Indonesia. Saat ini, kontribusi industri penerbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp1.002 triliun (4,6% PDB). Dengan optimalisasi layanan kebandarudaraan, sektor ini diproyeksikan mampu menambah kontribusi hingga Rp900 triliun, mencapai Rp1.902 triliun.

“Jika kita serius dan sungguh-sungguh dalam melakukan optimalisasi, peningkatan peringkat global dan pertumbuhan ekonomi pariwisata bukan hal yang mustahil,” tegas AHY.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: