Usut Penyebab Kebakaran Rumah Seorang Jurnalis Di Atambua,  Polisi Tunggu Hasil Labfor

HomeNews

Usut Penyebab Kebakaran Rumah Seorang Jurnalis Di Atambua, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Overstay 373 Hari, WN Maroko Dideportasi Rudenim Denpasar
Aniaya Warga Dijalan Imam Bonjol WNA Jerman Diamankan Polsek Kuta
Dua Orang WNA Penganiaya Pegawai Salon Ditangkap Imigrasi Di Bandara Ngurah Rai

Kontroversi Belu – Kepolisian Polres Belu masih mendalami penyebab kebakaran rumah seorang wartawan yang terjadi beberapa hari lalu di dusun Raibasin, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, saat ini Polisi masih menunggu hasil uji dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Minggu (26/11/2023)

Dalam Konfrensi pers, Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Djafar Awad Alkatiri, , menyatakan bahwa empat saksi telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dan Tim Identifikasi sudah melakukan olah TKP sesaat setelah kejadian tersebut.

Djafar menjelaskan “Berdasarkan keterangan para saksi bahwa tidak ada yang melihat kejadian awal kebakaran atau saat api saat masih kecil, semua melihat saat api sudah besar dan berada diatap, Karena keterbatasan alat maka api sulit dipadamkan yang sangat dengan cepat melahap rumah beserta isinya” terangnya

Polres Belu juga telah melakukan investigasi dan klarifikasi dengan pihak PLN tentang sambungan listrik di lapangan, dan Pihak Kepolisian belum dapat menentukan sumber kebakaran rumah milik jurnalis Weren Timo, karena masih menunggu hasil uji labfor.

Akibat peristiwa itu, wartawan Weren Timo mengalami kerugian ditafsir sebesar 60 juta rupiah, yang terdiri dari uang tunai sebesar Rp2 juta 75 ribu, laptop merek Assus 1 unit, TV Polytron 24 inch, speaker aktif, perabotan rumah tangga, dan surat surat berharga.

Korban, yang juga seorang jurnalis sangat mengapresiasi atas kinerja Kapolres Belu beserta jajaran yang melakukan penyelidikan dengan profesional “Saya, sangat mengapresiasi kinerja dari Polres Belu atas pelaksanaan olah TKP dan hasil yang disampaikan dalam press rilis resmi tersebut, Pada dasarnya, keluarga saya dan saya melihat ini sebagai musibah, karena kehidupan manusia pasti memiliki kesulitan”

Selain itu, Korban menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Belu dan stafnya yang sedang berusaha mengidentifikasi penyebab kebakaran rumahnya, ia dan keluarga akan menerima apapun hasil dari penyidikan oleh pihak Laboratorium Forensik.

Korban juga menyampaikan secara tegas bahwa beredar informasi bahwa rumahnya dibakar oleh orang tak di kenal / OTK karena pemberitaan tentang perjudian di Kabupaten Belu, ia nyatakan adalah Hoax atau tidak benar, karena tidak ada saksi atau bukti yang membenarkan informasi tersebut, jadi saat ini korban menyerahkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwenang.

Korban akan terus berkoordinasi dengan Polres Belu sambil menunggu tim Laboratorium Forensik , dan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. (red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: