Dua Bersaudara Tewas Diduga Dieksekusi Kelompok Bersenjata di Yahukimo, Jenazah Tiba di Agats

HomeNews

Dua Bersaudara Tewas Diduga Dieksekusi Kelompok Bersenjata di Yahukimo, Jenazah Tiba di Agats

MDA Bali Ajak Warga Jaga Kondusifitas Rangkaian Event Indonesia Afrika Forum (IAF) Ke-2 Tahun 2024 di Bali
Polri Gelar Diskusi Panel, Komjen Dedi Prasetyo Tekankan Pentingnya Perbaikan Kinerja
Seorang Polisi Yang Bertugas Di Polda Kaltara Meninggal Dunia Bersimbah Darah di Rumah Dinas Kapolda

Kontroversi.id, Agats, Papua Selatan — Dua warga sipil bersaudara, Hardiyanto (38) dan Sugianto (42), menjadi korban pembunuhan sadis yang diduga dilakukan oleh kelompok KSTP Kodap XVI Yahukimo di Kampung Bor, Distrik Sumo, Kabupaten Yahukimo. Kedua jenazah tiba di Pelabuhan Ferry Agats pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 01.06 WIT setelah perjalanan panjang dari pedalaman.

Insiden bermula pada Sabtu pagi (29/11), ketika Nur Aisyah, istri Sugianto, mendapat peringatan dari seorang warga lokal bernama Yulianus bahwa sekelompok orang bersenjata sedang menuju gubuk tempat keluarga itu tinggal. Saat mencoba menyelamatkan diri, lima pria bersenjata tajam telah mengepung lokasi dan memaksa kedua korban keluar.

Para pelaku kemudian menggiring Hardiyanto dan Sugianto ke tepi sungai sejauh sekitar 15 meter dari gubuk. Di lokasi itu, eksekusi brutal terjadi. Hardiyanto tewas seketika akibat sabetan senjata tajam, sementara Sugianto yang mencoba kabur tetap berhasil dilumpuhkan dan dibunuh.

Kedua sepupu korban yang baru kembali setelah membeli bahan makanan menemukan kondisi mengenaskan tersebut dan segera melakukan evakuasi menggunakan longboat menuju Kampung Yuni, dilanjutkan dengan speedboat ke Agats bersama istri korban, dua anaknya, dan saksi Yulianus.

Setibanya di Agats, jenazah langsung dibawa ke RSUD Perpetua J. Safanpo untuk proses autopsi. Luka-luka yang ditemukan pada tubuh kedua korban mengindikasikan kekerasan berat menggunakan senjata tajam.

Dugaan sementara, kelompok KSTP mencurigai kedua korban sebagai mata-mata aparat setelah melihat adanya perangkat internet Starlink di gubuk persinggahan mereka. Faktanya, korban dikenal sebagai pedagang kelontong yang juga mencari kayu gaharu dan kura-kura moncong babi di wilayah tersebut.

Jenazah rencananya akan diterbangkan ke Merauke untuk dimakamkan keluarga.

Hingga kini, aparat keamanan belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun proses kedatangan dan penanganan jenazah dilaporkan berlangsung aman dan kondusif.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: