
Badung, Kontroversi.id – Beredar Informasi Dari Group WA bahwa terdapat sebuah bangunan Joglo yang digunakan sebagai sarana tempat ibadah (Musholla) di Lingkungan Werdi Kosala Desa Ungasan Kec. Kuta Selatan Kab. Badung.
Menurut sumber ( masyarakat setempat ) yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penggunaan bangunan tersebut sebagai sarana ibadah diinisiasi oleh Bapak H. Arfai, merupakan pengurus Muhammadiyah Provinsi Bali yang juga merupakan alumni 212 dan telah berkegiatan sekitar setahun dj Lingkungan Werdi Kosala Ungasan, namun belum meminta ijin kepada lingkungan setempat.
Selain sebagai sarana ibadah Joglo tersebut di curigai sebagai tempat pengkaderan Ideologi yang bertentangan dengan pancasila, yang mana ada peran warga negara asing dalam kelompok tersebut, dibawah pimpinan H. Arfai, “Kelompok ini kami mendapatkan informasi pernah diusir dari Masjid Agung palapa Pecatu karenakan selalu mengganggap orang yang bukan kelompoknya adalah bid’ah dan juga dalam kajiannya sering menyuarakan intoleransi,” kami khawatir terhadap toleransi umat beragama di Kuta selatan ini jadi rusak akibat kelakuan segelintir kelompok.” terang sumber.
Hasil wawancara tim redaksi ke salah satu jamaah masjid agung Palapa Pecatu, ” H. Arfai merupakan pengurus Muhammadiyah, namun pribadinya sering menyuarakan anti pemerintah dan sering membidahkan kelompok yang tidak sepaham dengan kelompoknya, sehingga yang bersangkutan tidak diberikan ruang di salah satu Masjid di Pecatu, lalu ia membangun sebuah Joglo di Lingkungan Werdi Kosala dengan berkolaborasi bersama Sahabat subuh” imbuhnya.
Masyarakat sekitar berharap agar aparat pemerintah setempat dapat melakukan himbauan, untuk menghindari perbuatan main hakim sendiri dari masyarakat setempat. (red)

COMMENTS