WNA Australia dan Dua Anaknya Ditemukan Meninggal di Bungalow Legian

HomeNews

WNA Australia dan Dua Anaknya Ditemukan Meninggal di Bungalow Legian

Pengungsi Asal Cina di Tanjung Benoa Mendukung Event KTT WWF Ke-10 Tahun 2024 di Bali
Kanwil Kemenkum Bali Dukung Pembentukan ASN Profesional Melalui Orientasi PPPK 2025
Parah!! Proyek Penataan Lahan Di Wilayah Kuta Selatan Kab Badung, Dicurigai Menggunakan BBM Subsidi

kontroversi.id, BADUNG, BALI – Seorang warga negara (WNA) Australia berinisial SDJ (57) bersama dua anaknya, masing-masing seorang anak laki-laki berusia 7 tahun berinisial ADS dan anak perempuan berusia 4 tahun berinisial LKS, ditemukan meninggal dunia di sebuah bungalow di kawasan Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/9/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.14 WITA di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah. Ketiga korban diketahui telah tinggal di bungalow tersebut berdasarkan perjanjian sewa sejak 2022 hingga 2029.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WITA ketika seorang pekerja bangunan, NK (51), menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri korban yang berada di Jakarta. Dalam komunikasi tersebut, ia meminta bantuan untuk mengecek kondisi suami dan kedua anaknya karena tidak dapat dihubungi.

NK kemudian mendatangi bungalow dan mencoba melihat kondisi di dalam melalui jendela. Namun, tidak terlihat adanya aktivitas maupun orang di dalam. Ia selanjutnya menghubungi pemilik bungalow, IGGB (61), dan menyampaikan informasi tersebut.

Keduanya kemudian kembali melakukan pengecekan. Setelah tidak mendapat respons meski pintu telah diketuk dan korban dipanggil, pemilik bungalow bersama warga sekitar akhirnya membuka pintu secara paksa.

Saat masuk ke dalam, warga menemukan SDJ dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih. Sementara itu, kedua anaknya ditemukan dalam posisi tergeletak di lantai.

Petugas Unit Identifikasi Polresta Denpasar kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, terdapat dugaan kedua anak korban meninggal akibat kekerasan fisik berupa pembekapan dan pencekikan, sedangkan ayahnya diduga meninggal akibat gantung diri.

Namun, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian serta penyebab kematian ketiga korban. Autopsi diperlukan untuk memastikan penyebab dan mekanisme kematian secara medis.

Sekitar pukul 12.45 WITA, ketiga jenazah dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung dan PMI Kabupaten Badung menuju RS Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah), Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penanganan kasus tersebut, kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Australia terkait pemberitahuan dan penanganan pihak keluarga korban. Polisi turut menghubungi istri korban yang berada di Jakarta.

Kapolresta Denpasar menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi dan penyebab kematian ketiga korban.(red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: