Deliserdang – Syafrida, seorang pemilik warung di Desa Durin Simbelang, Deliserdang, Sumatera Utara, menjadi saksi mata insiden pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI berinisial D.S. yang berujung pada ketegangan di wilayah tersebut.
Insiden bermula ketika D.S tiba-tiba datang ke warung Syafrida, yang saat itu tengah memasak pesanan pelanggan. Sejumlah orang yang sedang duduk di warungnya mendadak keluar dan terlibat adu jotos dengan D.S di depan warung.
Usai pengeroyokan, puluhan anggota Resimen Arhanud-II/SSM Kodam I Bukit Barisan kembali ke lokasi guna mencari para pelaku yang menyerang rekannya. Syafrida mengaku sempat ditanya soal keberadaan para pelaku, tetapi ia menjawab tidak tahu. Jawaban itu memicu emosi beberapa anggota TNI, yang kemudian melakukan pengerusakan sejumlah barang di warungnya.
“Jangan dirusak warung,” teriak Syafrida, namun karena takut, ia akhirnya memilih meninggalkan tempat kejadian.
Kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan, sementara Kodam I Bukit Barisan tengah menyelidiki insiden tersebut. Sedikitnya 40 personel TNI yang diduga terlibat dalam perusakan warung telah menjalani pemeriksaan internal.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Doddy Yudha, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengganti kerugian masyarakat akibat insiden ini. “Sudah dilakukan mediasi untuk menentukan jumlah kerugian yang akan diganti, termasuk kerusakan motor dan barang lainnya,” ujarnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.


COMMENTS