Pecalang dan Polisi: Sinergi Harmonis dalam Menjaga Kearifan Lokal di Bali

HomeSosial

Pecalang dan Polisi: Sinergi Harmonis dalam Menjaga Kearifan Lokal di Bali

Warga Jimbaran Desak DPRD Bali Kembalikan Tanah Adat yang Diserahkan ke Investor
Wisatawan Asing Yang Datang Ke Bali Diharuskan Membayar Biaya Sebesar Rp150 Ribu Sebagai Persyaratan Masuk
Toleransi Kehidupan Beragama Di Batas Negara Indonesia – Timor Leste

Bali – Di tengah derasnya arus modernisasi, Bali tetap teguh mempertahankan nilai-nilai kearifan lokalnya. Salah satu wujud nyata pelestarian budaya adalah keberadaan pecalang, pasukan keamanan adat yang berperan menjaga ketertiban masyarakat. Lebih dari sekadar pengaman, pecalang mencerminkan semangat gotong royong serta nilai-nilai spiritual yang mengakar kuat di Bali.

Keselarasan tugas pecalang dengan kepolisian mendorong I Gede Saputra, anggota Satuan Intelkam Polres Bangli, untuk berperan aktif dalam menjaga adat dan budaya. Ia bahkan dipercaya menjadi Ketua Pecalang Desa Adat Kawan, Bangli. Dengan peran gandanya, I Gede Saputra mampu mengintegrasikan tugas kepolisian dengan tanggung jawab adat, memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Selain itu, sebagai pemelihara kamtibmas serta pelindung pengayom dan pelayan kepada masyarakat, tugasnya sebagai pecalang juga mampu bersinergi dengan desa adat dan stakeholder lainnya yang berperan dalam mencegah potensi konflik dan menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat melalui kearifan lokal yang ada. (red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: